Lifestyle

4 Syarat Check-in di Hotel Syariah yang Harus Anda Tahu

Syarat Check-in di Hotel Syariah yang Harus Anda Tahu

Hotel syariah telah menjadi penginapan yang marak di Indonesia sebagai bentuk perkembangan wisata halal. Sebagai negara muslim terbesar di dunia, sudah sepantasnya pemerintah dan pihak pengelola mengembangkan fasilitas dan pelayanan hotel syariah sesuai regulasi yang berlaku. Anda yang hendak liburan atau melakukan perjalanan dinas ke luar kota, bisa memilih untuk menginap di hotel syariah. Pastikan saja Anda melengkapi semua dokumen syarat check-in di hotel syariah.

Apa saja persyaratan check-in di hotel syariah?

Sebenarnya check-in laman website https://numpangtidur.com/ sama seperti booking kamar di hotel konvensional biasa atau di   Namun, ada dokumen tambahan yang harus Anda persiapkan agar keinginan menginap di hotel syariah bisa terlaksana. Berikut beberapa dokumen dan aturan terkait syarat check-in di hotel syariah yang harus dipenuhi, yaitu :

  1. Tanda pengenal resmi

Sama seperti menginap di hotel biasa, Anda harus menyiapkan tanda pengenal atau KTP yang berlaku. Pihak hotel meminta KTP untuk semua tipe pemesanan kamar baik offline atau online guna menyimpan data tamu yang menginap di database. Alasan hotel membutuhkan KTP tamu untuk antisipasi kejadian yang tidak terduga. Dewasa ini, razia bisa dilakukan oleh pihak kepolisian sesuai dengan Surat Perintah.

Selain itu, tamu asing yang hendak menginap di hotel syariah harus membawa dokumen berupa paspor. Paspor harus asli dan belum kadaluarsa yang akan dilaporkan pihak hotel ke pihak kepolisian dan imigrasi. Fungsi data orang asing diperlukan untuk memantau keberadaan WNA di Indonesia termasuk antisipasi risiko turis melarikan diri.

  1. Buku nikah

Pastikan Anda memasukkan buku nikah resmi ke dalam tas atau koper sebagai syarat menginap di hotel syariah. Kalau memang Anda lupa membawa buku nikah karena berbagai alasan, bisa menunjukkan foto pernikahan kepada pengelola hotel. Ada kelonggaran aturan dari hotel syariah untuk pasangan suami istri yang hendak menginap namun lupa membawa buku nikah.

Tentu pasangan bukan muhrim yang tidak bisa menunjukkan bukti pernikahan yang sah, maka pihak hotel akan menolak rencana menginap di hotel syariah. Bahkan hotel syariah melarang pertemuan laki-laki dan perempuan yang bukan pasangan resmi di kamar hotel. Ada ketentuan meeting atau bertemu di lobby atau luar hotel yang bersangkutan.

  1. Tidak boleh membawa makanan dan minuman tidak halal

Hotel syariah menyediakan makanan dan minuman halal yang telah mendapatkan sertifikasi dari MUI. Para pelancong yang hendak menginap tidak diperkenankan membawa makanan dan minuman yang tidak halal seperti alkohol. Dilarang membawa obat-obatan terlarang di hotel atau barang yang berpotensi mengarah maksiat, pornografi atau tindakan asusila, ya!

  1. Wajib berpakaian yang sopan

Meskipun semua staf hotel syariah wajib memakai pakaian yang sesuai syariat, para pengunjung boleh tidak memakai hijab. Pengunjung hanya wajib memakai busana yang sopan dan tidak terlalu terbuka demi mendukung kenyamanan seluruh tamu.

Pasalnya, hotel syariah tidak hanya menerima tamu muslim saja, tetapi menerima tamu non muslim yang hendak menginap. Tamu non muslim tetap bisa menikmati semua fasilitas hotel syariah sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Beberapa syarat check-in di hotel syariah harus dipenuhi tamu untuk mendukung keamanan dan kenyamanan. Kenyamanan tamu yang menginap di hotel syariah menjadi prioritas utama sehingga dokumen harus terpenuhi sesuai aturan manajemen hotel. Jika Anda ingin menginap di hotel syariah untuk keperluan bisnis atau traveling bersama pasangan dan keluarga, pastikan untuk membawa semua dokumen yang dibutuhkan lebih dulu, ya!