Kesehatan

Penyebab penyakit TBC

Penyebab penyakit TBC

Inilah Beragam Penyebab penyakit TBC yang Perlu Diwaspadai

TBC (tuberkulosis) adalah gangguan penyakit pada paru-paru yang disebabkan oleh invansi kuman Myctobacterium tuberculosis. Kuman ini dapat ditularkan melalui udara. TBC umumnya menyerang paru-paru, namun dalam beberapa kasus ditemukan pula kuman yang menyerang ke tulang, sistem saraf pusat, kelenjar getah bening, jantung, liver, serta organ-organ vital lainnya. Baik gejala maupun penyebab penyakit TBC yang timbul sebenarnya dapat kita awasi.

Menurut WHO sendiri, setiap dua detik terdapat satu orang yang meninggal karena penyakit ini. Sekitar 33% dari penderita penyakit ini ditemukan di negara-negara Asia. Indonesia sendiri saat ini menduduki peringkat kedua sebagai negara dengan pengidap tuberkulosis terbesar di dunia setelah peringkat pertama di tempati oleh India. Tuberkulosis menjadi penyebab kematian utama di Indonesia. Bahkan kasusnya selalu naik dari tahun ke tahun, misalnya pada 2015 penderita penyakit ini sebanyak 330.729 jiwa sedangkan pada 2016 naik menjadi 351.893 jiwa. Melihat data tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa penyakit ini berbahaya. Namun ternyata masih banyak masyarakat yang tidak paham atau bahkan mengetahui resiko tentang TBC.

Penyakit ini sendiri dapat menyebar dengan mudah melalui udara. Ketika penderita TBC mengeluarkan dahak atau air liur yang mana itu sudah terdapat kuman Myctobacterium tuberculosis ke udara, misalnya saat batuk, bersin, lalu udara akan membawa kuman itu yang kemudian dapat dihirup oleh orang lain. Kuman itu sendiri dapat bertahan pada udara lembab selama berjam-jam selama tidak terpapar sinar matahari. Akibatnya setiap orang yang berdekatan dengan penderita akan dengan mudah dapat menghirup udara yang sudah disertai kuman tersebut.

Gejala yang ditimbulkan pada masa inkubasi TBC biasanya tidak menunjukan gejala apapun dan saat masa ini penyakit belum dapat menular. Namun ketika tuberkulosis sudah berkembang, maka gejala-gejala akan segera terlihat. Gejala umum yang biasanya terlihat adalah:

  • Batuk yang berlangsung selama dua minggu atau bahkan lebih.
  • Sesak napas.
  • Demam serta meriang.
  • Berkeringat dingin.
  • Adanya penurunan berat badan.
  • Hilangnya nafsu makan.
  • Lelah dan lemah.

Seperti yang sudah di sebutkan di atas, bahwa penyebab infeksi ini adalah infeksi kuman Myctobacterium tuberculosis, yang mana kuman ini dapat menyebar melalui udara. Meskipun seperti itu, dibutuhkan kontak fisik yang cukup dekat serta cukup lama dengan penderita TBC untuk penularan, jadi penularan penyakit ini tidak semudah flu biasa. Makin lama interaksi dengan penderita, maka semakin tinggi pula resiko tertularnya. Jadi jika hanya sekedar berjabat tangan dengan penderita, Anda tidak akan tertular. Akan tetapi terdapat kelompok-kelompok yang lebih mudah terserang penyakit ini, yaitu:

  • Orang yang bertempat tinggal dipemukimam kumuh yang padat.
  • Tenaga medis yang berhubungan langsung dengan penderita TBC.
  • Lansia.
  • Anak-anak.
  • Penggunaan narkotika.
  • Pecandu alkohol.
  • Perokok.
  • Orang dengan kekebalan tubuh rendah, misalnya penderita HIV/AIDS, kanker, diabetes, serta kekurangan gizi. Selain penyakit, obat-obatan juga dapat melemahkan tubuh, seperti:
    • Lupus
    • psoriasis
    • Penyakit Crohn.
    • Rheumatoid Arthritis.

penyebab penyakit TBC sendiri sebenarnya dapat disembuhkan dan sebenarnya tidak akan berakibat fatal apabila penderita mengikuti instruksi dokter dengan patuh. Prinsip utama dari pengobatan penyakit ini adalah patuh untuk mengkonsumsi obat selama jangka waktu yang sudah dianjurkan oleh dokter yaitu minimal 6 bulan apabila penderita berhenti sebelum mencapai waktu yang sudah ditentukan, maka kuman tersebut berpotensi menjadi kebal terhadap obat-obatan dan akan lebih berbahaya dan sukar di sembuhkan.