Parenting

Tanda-Tanda Bayi Alergi Susu Sapi yang Wajib Diketahui

Tanda-Tanda Bayi Alergi Susu Sapi yang Wajib Diketahui

Tidak semua bayi cocok dengan susu formula ataupun susu sapi. Biasanya mereka akan mengalami alergi ketika minum jenis susu tersebut. Seringkali fenomena alergi susu sapi ini disamakan dengan kasus intoleransi laktosa karena memiliki tanda yang mirip. Untuk lebih jelasnya, perhatikan tanda-tanda bayi alergi susu sapi di bawah ini.

Tanda Bayi Alergi Susu Sapi

Ada beberapa tanda-tanda yang akan terlihat jika bayi alergi dengan susu sapi. Beberapa gejala atau tanda tersebut antara lain muncul ruam di kulit disertai rasa gatal, bengkak di beberapa bagian tubuh, gangguan pencernaan, perut kembung, diare, muntah, batuk, mata berair, hidung meler, dan sering menangis. Lamanya bayi menunjukkan gejala ini berbeda-beda, ada yang muncul hanya dalam hitungan menit dan ada pula yang perlu beberapa jam.

Ketika Bayi Alergi Susu Sapi

Ketika mengetahui bahwa bayinya alergi dengan susu sapi, tidak sedikit para ibu yang khawatir akan asupan gizi anak mereka. Cara terbaik untuk mengatasi hal ini adalah dengan memberikan ASI selama kurang lebih 6 bulan pertama atau yang biasa dikenal dengan ASI eksklusif. Ketika sedang menyusui, sebaiknya ibu tidak mengonsumsi susu sapi atau olahan-olahannya seperti yoghurt dan keju.

Jika ibu sudah tidak menyusui dan ingin memberikan susu formula untuk bayi, sebaiknya pilih susu yang bertuliskan “hypoallergic”. Susu dengan tulisan ini sudah didesain khusus untuk mengurangi risiko alergi pada bayi. Sebagai alternatifnya, ibu juga bisa mengganti susu tersebut dengan susu formula yang berbahan kacang kedelai. Sayangnya, biasanya bayi yang alergi susu sapi juga akan alergi dengan susu kedelai.

Apakah Alergi Susu Sapi Sama dengan Intoleransi Laktosa?

Karena tandanya yang hampir mirip, banyak orang yang menyebut alergi susu sapi ini dengan intoleransi laktosa, yakni kondisi ketika bayi tidak bisa mengonsumsi laktosa. Namun, ternyata kedua kasus tersebut berbeda. Intoleransi laktosa tidak melibatkan sistem imun tubuh, sedangkan alergi susu sapi terjadi karena adanya reaksi sistem imun dengan protein yang terdapat di dalam susu sapi.

Jenis protein yang sering menyebabkan terjadinya alergi ini adalah kasein dan whey. Bayi bisa alergi terhadap salah satu dari kedua protein tersebut atau bahkan keduanya sekaligus. Biasanya reaksi alergi akan muncul hanya dalam hitungan menit saja. Namun, tak jarang juga yang membutuhkan waktu beberapa jam setelah mengonsumsi susu.

Faktor Penyebab Alergi Susu Sapi

Ada beberapa faktor yang memungkinkan bayi mengalami alergi susu sapi. Faktor tersebut antara lain riwayat keluarga, usia, eksim atopik, dan alergi terhadap hal lain. Inilah yang menyebabkan seseorang bisa terkena alergi susu sapi dan lama reaksinya beragam.

Demikian penjelasan mengenai alergi susu sapi yang kerap terjadi pada bayi. Jika bayi memiliki tanda tersebut, ibu tidak boleh terlalu panik. Selalu konsultasikan kepada dokter spesialis anak agar bisa melakukan penanganan dan pencegahan dengan maksimal.